Sabtu, 25 Februari 2012

    Sebuah Harapan

    Pagi ini aku rasakan lebih cerah, mungkin karna hari ini spesial, hari yang ku harapkan lebih baik dari hari kemarin. tapi...

    Ketika matahari mulai terbang ke atas ku tak lihat tanda - tanda kehadiranmu, Kau kemana ? sampai lirikanmu pun tak terlihat...

    Sampai sore tiba pun kau tak terlihat juga, kau dimana ?
    Adakah kau masih dilangit ???
    Tolong turunlah
    Adakah kau masih di bumi ???
    Tolong keluarlah
    Apa kau masih jauh ???
    Tolong percepatlah
    Datanglah, datanglah temui aku berikan senyuman Surgamu agar ku bisa terbang walau sesaat...

    Apa kau mendengarnya ???
    Seorang anak kecil menangis merindukanmu, dan ia ingin sekali bermain denganmu

    Harapan kau pasti datang kan ? temui aku dan anak kecil itu
    Entah itu kapan, aku akan selalu menunggumu Harapanku

    Tuhan... Aku tak kuat lagi, matahari sudah tenggelam menguburku ke dalam keputusasaan. tolong aku, kuatkan aku, aku ingin bertahan karna aku sangat mencintai mereka

    Oooh malam... kau datang juga, mana harapanku ? kenapa kau tak membawakannya untukku ? kenapa kau diam ? kau sungguh tega melihatku terpuruk tak berdaya, pergi saja kau

    Tuhan... Ampuni aku, kini aku sadar hanya KAU-lah yang bisa memberiku sebuah harapan

    Aku syukuri keadaan ini, walau ini perih
    ini pilihanku, pilihan untuk merubah kehidupanku yang lebih baik.

    Tuhan, aku selalu melibatkanmu dalam segala urusanku. ampuni aku karna sering melupakanmu terimakasih atas ujian ini, dan semoga aku dapat bertahan di tengah badai karna aku yakin badai pasti akan berakhir....